Hanembah Maring Gusti Allah

++++ Generasi Muda Untuk Bangsa ++++ Selamatkan Generasi Muda dari NARKOBA ++++

Mbah Maridjan

Berita tentang kematian Mbah Maridjan sontak menjadi berita panas akhir-akhir ini. Betapa tidak, orang yang dikenal mampu “menaklukkan gunung merapi” itu ternyata menemui ajalnya dibawah merapi juga. Hembusan awan panas yang dikeluarkan Merapi meluluhlantakkan desa Kinahrejo, lokasi dimana Mbah Maridjan tinggal.
Mbah Maridjan, begitulah dia dikenal, telah menjadi juru kunci gunung Merapi sejak 1982. Sebelum kejadian mengenaskan “Wedus Gembel” tersebut, Mbah Maridjan memang sudah diajak mengungsi oleh salah satu orang dekatnya. Tetapi ajakan itu diabaikan oleh si Mbah, berikut kutipannya dari Vivanews.com :

Mengetahui telah terjadi erupsi di bagian barat Merapi hingga sejauh 7 kilometer Agus kemudian mengajak Mbah Maridjan untuk turun ke pengungsian.”Orang-orang mau saya bawa si Mbah. Turun nggak?” Agus membujuk. Tapi Mbah Maridjan diam.
Tak lama kemudian sirene tanda bahaya berbunyi. Orang-orang segera diungsikan. Agus, Wawan, Tutur, keluarga Mbah Maridjan, dan warga sekitar, mengungsi menumpang dua mobil. Wawan berkali-kali mengulang keluhannya kepada Agus. “Harusnya saya bersama si Mbah.”
Mbah Maridjan memang menolak dievakuasi. Pada waktu Gunung Merapi meletus pada 2006, Mbah Maridjan juga tetap memilih bertahan, walau dibujuk langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Begitulah kira-kira gambaran sebelum kejadian hembusan awan panas Merapi yang menyebabkan meninggalnya sang juru kunci merapi, Mbah Maridjan.
Namun, ada yang menggelitik bagiku secara pribadi. Walaupun di pemberitaan media Mbah Maridjan diberitakan seolah-olah adalah panutan yang sangat berjasa dan bertanggung jawab bagi tugas dan amanah, namun pada kenyataannya kematian Mbah Maridjan ternyata disikapi berbeda oleh masyarakat Indonesia. Ini aku temui ketika blogwalking membaca berita tentang peristiwa Merapi dan meninggalnya mbah Maridjan, berikut aku cuplikkan sebagian komentar :
Pro Terhadap Mbah Maridjan :
itu memang pilihan beliau yg ingin tetap disana, itulah salah satu bentuk loyalitas dan pengabdian beliau terhadap dawuh sri sultan HB IX…
-
pengabdian yg begitu hebatnya,,pemegang teguh amanah.
uda takdirnya si pemburu berita bung!!
mbah marijan itu nggak minta di bujuk supaya turun. dia itu abdi dalem sejati yang sudah sangat jarang di dunia ini.
mbah maridjan bertahan di situ demi keselamatan yogyakarta. Mbah maridjan udah tirakatan saja Wedhus gembel masih mengamuk apalagi kalau tidak?
-
Mbah marijan berani berkorban untuk keselamatan indonesia hebat
-
salut buat narijan
bertahun tahun menjaga merapi dengan ikhlas. kalau saja tak ada marijan tentu jawa udah luluh lantak sejak dahulu kala.
merapi bisa dia jinakkan dengan caranya sendiri. hanya marijan yang bisa menundukkan merapi dengan semedi semedinya demi bangsa ini
kini mungkin karena sudah lanjut usia sehingga merapi tak lagi tunduk pada marijan,,,,, tapi marijan tetap pahlawan
-
Mbah Marijan. Putra terbaik negeri ini. Bagian dari korban musibah di negeri kita tercinta. Kita ikut berduka cita dan ikut berbela sungkawa. Mbah Marijan, Selamat Jalan ya! Mbah Marijan dan kawan korban bencana alam, Selamat Jalan ya! semoga Allah menerima kalian semua dan menempatkan kalian di sorgaNya. Amien
-
Kontra Terhadap Mbah Maridjan :
makanya gunung ko’pake juru kunci sgala, emang pintu. hari gini masih percaya tahyul, menyesatkan dan membuat banyak korban. kedepan semoga tidak ada lagi mbah2 yg ga peduli dgn peringatan ilmiah. jika emang ada juru kunci tunjuk aja dari pemantau yg resmi. dari pada sok brani nantang alam, akibatnya mampus. innalillah
yg punya kuasa atas gunung meletus Allah bukan wedhus gombel atau apalah namany. Klw Indonesia msh percaya orang2 spt maridjan, gak bakal maju Indonesia. Memegang prinsip? Prinsip bunuh diri namany, dasar tolol dan mati konyol!!! Yang nolongny jg goblok sok idealis, orang goblok mau dibujukin, akibatny mati konyol semua. Sudah saatny Indonesia meninggalkan kepercayaan yg konyol spt itu dan berfikir ilmiah.
-
Mari Kita Doakan Agar Diterima di sisi-NYA.
tapi maaf sekali bagi yang tersinggung.
saya tidak terlalu suka sama mbah marijan karena islam “kejawen” yaitu ajaran yang mencampuradukan islam dengan jawa
seharusnya kita bisa ambil pelajaran, kalo dah dipercaya jadi pemimpin jangan mengorbankan yang dipimpinnya apalagi dengan alasan memegang kepercayaan dan amanah. meskipun amanah dari seorang raja tapi 20 nyawa itu bukan hal yang bisa dianggap biasa saja
2010 ini sebagai pelajaran bagi semuanya bahwa orang sakti itu hanya mitos. tak ada orang sakti yang bisa mengatur gunung.
Mbah Marijan sama dengan semua orang lain tidak memiliki kekuatan lain untuk menahan atau mengarahkan letusan merapi
di dunia ini hanya nabi daud yang dikaruniai mu’jizat menundukkan gunung. Pelajaran ini begitu nyata agar masyarakat bisa melihat manusia apa adanya, tidak ada penguasa merapi kecuali hanya Allah saja
juga tidak benar bahwa sesaji dan ruwatan merapi akan bisa menolak bahaya merapi. Merapi adalah merapi,… gunung dahsyat yang tidak tunduk pada apapun kecuali hanya tunduk kepada Allah,… kalau mau menghentikan merapi silakan berdoa dan mendekat kepada Allah. tapi semua juga tahu bahwa doa kepada Allah hanya dikabulkan kalu dilakukan oleh orangorang yang taat nurut sama perintahnya Allah,…….
-
tidak ada hubungan antara keberadaan Mbah Marijan dengan meletus tidaknya merapi
tidak ada hubungannya antara sedekah merapi dan semua acara jampi jampi selametan macem macem dengan datang tidaknya wedhus gembel
malahan acara acara ritual semacam itu membuat orang menjadi musyrik. dan kemusyrikan adalah pengundang adzab yang paling manjur.
hendaknya semua bertobat. merapi cuma peringatan kecil dari yang empunya merapi yaitu Allah.
BTW mudah mudahan yang meninggal diampuni kesalahan dan dosanya,
yang masih hidup hendaknya belajar
lain kali kalau status awas,.. segera berkemas menuju tempat aman. tak usah ragu. hilang harta bisa dicari, kalau hilang nyawa,..berarti hilang kesempatan bertobat, hilang kesempatan untuk membangun bangsa ini.
-
betul mas yo kita berjuang membuka mata masyarakat karena bencana di negri ini sangat banyak. bersyukur mbah marijan hanya bisa mempengaruhi 20 orang dusun.
buat para pembela mbah marijan coba deh pikirin baik baik kenapa keluarganya sendiri, orang terdekatnya ga mendukung apa yang dilakukan mbah marijan
bayangkan juga kalo anda ada disana apakah anda memilih bersama mbah marijan, atau membiarkan anak, atau ayah atau ibu kalian menantang wedhus gembel.
kita sangat menghargai mbah marijan, tapi pikiran pikiran jernih dan rasional harus dikedepankan apalagi kalo sampe ada korban
-
mungkin karena keterbatasan pengetahuan dan ilmu beliau…sehingga melalaikan kebesaran dan Kekuasaan Allah..Gunung dan seisi alam semesta itu hanya ciptaan Allah.. tidak untuk di berisesaji. disembah atau di tuhankan….Tiada Tuhan Selain Allah…
”mbah marijan bukan penyelamat/Dewa/tuhan”
semoga umat muslim lebih berfikir dan mendekatkan diri hanya pada Allah
-
mau diselamatkan kok malah ngeyel,jadinya malah nambah korbannya gara gara kekonyolan dan kesalahan satu orang,semoga mbah maridjan dan orang yang menjadi korban gara gara kelalaian dan kengeyelan mbha maridjan diterima di sisi Tuhan
teguh pendirian itu bagus tapi kalau teguh pada pendirian yang salah itu ndableg
tidak ada kepatuhan kecuali patuh pada sesuatu yang benar. kalau perintahnya salah kok dipatuhi wah wah,…kan gusti allah ngasih kita akal budi fikiran dan hati? kenapa tidak dipakai?
yo wis lah sudah terlanjur,… mudah mudahan saja saat2 sebelum diterjang awan panas, si mbah sedang pasrah kepada Allah bukan pasrah kepada selain Allah.
(komentar diambil dari salah satu blog)
Kamu sendiri? bagaimana komentarmu? 
*Note : Berkomentarlah dengan beradab dan santun.



 
Copyright Cangkrukan NengRat_an © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.| ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free