Hanembah Maring Gusti Allah

++++ Generasi Muda Untuk Bangsa ++++ Selamatkan Generasi Muda dari NARKOBA ++++

Arah Qiblat Masjid Nabawi

T. Djamaluddin
Profesor Riset Astronomi Astrofisika, LAPAN
Anggota Badan Hisab Rukyat, Kementerian Agama RI

Ketika shalat di masjid Nabawi (Madinah) dan masjid Kobe (Jepang), saya tidak pernah mempermasalahkan arah qiblatnya. Saya percaya saja pada arah qiblat yang selama ini diikuti oleh sekian banyak jamaah. Namun, kini ada qiblalocator (www.qiblalocator.com) perangkat lunak on-line pengukur arah qiblat yang dipadu peta satelit berbasis Google Earth. Ketika ada teman yang mempermasalahkan arah kiblat kedua masjid yang pernah saya kunjungi tersebut, saya coba periksa di qiblalocator. Hasilnya, memang ada penyimpangan. Saya coba menganalisisnya dan menyarankan cara menyikapinya.
Masjid Nabawi dilihat dengan qiblalocator terlihat ada penyimpangan sekitar 4 derajat ke arah kanan. Namun ada yang menarik. Masjid Nabawi asli adalah yang ada kubah hijau di atasnya, di samping makam Rasulullah SAW. Dari data satelit terlihat sisi Timur Rasulullah justru sangat tepat arahnya (lihat garis merah pada peta di bawah ini). Ini menunjukkan arah qiblat masjid Nabawi asli sangat tepat arahnya. Hanya bangunan perluasan yang tampaknya menyimpang sekitar 4 derajat tersebut. Lalu, apakah perlu dipermasalahkan penyimpangan derajat tersebut? Tidak perlu dipermasalahkan. Itu dalam batas toleransi, karena penyimpangan oleh sikap badan kita lebih besar dari 4 derajat.

 
Copyright Cangkrukan NengRat_an © 2010 - All right reserved - Using Blueceria Blogspot Theme
Best viewed with Mozilla, IE, Google Chrome and Opera.| ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free